Senin, 25 Oktober 2010

Memoar of Yogja

Pulang ke kotamu..
ada setangkup haru dalam rindu
Kembali aku menyusuri kota ini
Bersama cinta yang dulu pernah memberi warna tersendiri
dalam sepenggal kehidupan yang lalu
Perjalanan ini menebarkan atmosfir keindahan yang mengkristal membentuk sebuah agenda life futuristik.

Masih seperti dulu...
Tiap sudut menyapaku bersahabat..
Kota yang selalu memberi banyak inspirasi
Bersama sahabat sahabat terbaik yang setia dalam perjuangan edukasi
Bersama guru guru terhebat yang tak kenal lelah menjadi pelopor perubahan paradigma

Sejenak langkahku terhenti..
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Menyantap sajian memori, masakan sederhana yang menjadi hidangan mewah anak kos masa itu...
Bersama cinta yang mengganggu, cinta yang memojokkanku pada realita bahwa kehidupan tak sesederhana dan sebersahaja Yogjakarta.

Musisi jalanan mulai beraksi.. seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri di telan deru kotamu..
Kehidupannya yang penuh rahasia mementahkan kembali peta kehidupan yang terukir
jika memang keindahan Yogja bukanlah abadi
Maka biarkan aku pergi, biarkanlah aku menempuh arus deras dan ombak dahsyat..
Kaupun tau bahwa aku akan kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar